Rabu, 22 Desember 2010

Kelemahan = Kekuatan

Pernahkah kita menyadari bahwa satu2nya modal kita untuk bertahan hidup di dunia ini adalah KELEMAHAN? Okeh lemme tell ya somethin'! *gulung lengan baju*

Adakah diantara kita saat lahir langsung bisa berjalan, berlari, ato berbicara? ''N'' followed by the big ''O'', NO!! Satu2nya kemampuan kita untuk berkomunikasi adalah menangis. Kita harus melewati fase lolos dari rahim Ibu sebelum akhirnya kita bisa hidup, tumbuh, dan belajar berbagai hal. Ini sudah kelemahan yg ke berapa? Entahlah!

Satu yang pasti bahwa justru dari kelemahan2 ini tercipta kekuatan. But how?

Lihat saja, untuk mengurus orang sakit saja kita punya rumah sakit, ruang operasi, obat2an, dsb. Lalu adakah hewan bisa melakukannya? Justru manusia yang mencipta klinik hewan, kebun binatang, dokter hewan, bahkan salon hewan. Bayangkan, bahkan dalam kelemahannya manusia masih bisa peduli dengan mahluk lain.

Tuhan pernah bertitah bahwa tugas kita di dunia adalah sbg khalifah. Lalu dengan modal apa Tuhan membebankan tugas berat itu kepada manusia? Sekali lagi, modal kita adalah KELEMAHAN.

Saat kita lemah secara teknis untuk bisa terbang seperti burung, kita mampu mengubah kelemahan itu menjadi kekuatan untuk menciptakan pesawat terbang. Saat kita lemah secara teknis untuk bisa berenang seperti ikan, kita punya kekuatan untuk membuat kapal selam. Saat otak kita lemah dalam mengingat banyak hal, kita membikin buku, majalah, koran, bahkan komputer. Saat kita buta, tercipta huruf Braille. Saat kita tuli, ada alat bantu dengar. Saat kita lumpuh, tercipta kursi roda.

Itu semua hanya contoh sederhana. Kelemahan yang kita miliki mampu kita ubah menjadi kekuatan dengan bantuan hormon kekhalifahan yg Tuhan suntikkan dalam tubuh kita. Dan di sinilah letak keadilan Tuhan.

Lalu dari semua bukti ini, adakah kita masih sibuk mengeluh, meratapi, dan menangisi kelemahan sbg KETIDAKADILAN TUHAN? Sebaiknya kita berpikir ulang ^o^

0 comments:

Posting Komentar

Thanks for the comments, pals.
Follow me and Keep always in touch.